BRMP Sulteng Matangkan Implementasi Program PM-AAS untuk Dongkrak Produktivitas Padi
Sigi , 29 Juni 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah menggelar Sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS) sebagai upaya menyamakan persepsi dan meningkatkan kesiapan pelaksanaan kegiatan di lapangan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Kepala Bagian Tata Usaha, para Koordinator Kelompok (Kapoksi), Liaison Officer (LO), serta para penyuluh pertanian.
Dalam arahannya, Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, SP., M.Si., menegaskan bahwa Program PM AAS merupakan salah satu strategi Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produktivitas padi melalui penerapan teknologi budidaya modern. Menurutnya, apabila dilaksanakan sesuai petunjuk teknis, program ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen hingga di atas 10 ton gabah per hektare.
Dr. Ruslan Boy juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Kementerian Pertanian akan melaksanakan penanaman PM AAS secara masif seluas satu juta hektar sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan. Ia menambahkan, BRMP Sulawesi Tengah saat ini juga tengah mengembangkan demonstrasi budidaya padi dengan metode PM AAS yang bertempat di IP2MP Sidondo dan telah memasuki umur tanaman sekitar 40 hari sebagai contoh penerapan teknologi di lapangan.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Penanggung Jawab Kegiatan PM AAS, Muchtar, SP., MP. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa terdapat 15 provinsi yang mendapat penugasan untuk melaksanakan pengembangan PM AAS. Ia menguraikan secara rinci tahapan pelaksanaan kegiatan sesuai petunjuk teknis, mulai dari prinsip dasar pertanian modern, penerapan sistem tanam rapat berbaris, penggunaan pupuk kandang, sistem tanam benih langsung, kebutuhan benih, teknik penyiapan benih, hingga aplikasi pemupukan yang tepat.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi mengenai berbagai tantangan teknis yang berpotensi dihadapi di lapangan. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah meningkatnya risiko serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) akibat penerapan sistem tanam rapat. Beberapa jenis OPT yang perlu diantisipasi sejak dini antara lain penggerek batang dan penyakit blas. Oleh karena itu, peserta sepakat bahwa langkah-langkah pengendalian harus dipersiapkan secara matang agar tidak mengganggu pertumbuhan maupun produktivitas tanaman.
Penguatan materi mengenai pengendalian OPT turut disampaikan oleh Hamka Biolan, SP. Ia menjelaskan pentingnya penerapan prinsip pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, mulai dari pemantauan rutin kondisi tanaman, identifikasi dini gejala serangan, hingga penerapan teknik pengendalian yang tepat sesuai rekomendasi. Dengan langkah tersebut, serangan OPT diharapkan dapat ditekan sehingga keberhasilan penerapan PM AAS dapat tercapai secara optimal.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh jajaran pelaksana memiliki pemahaman yang sama terhadap petunjuk teknis PM AAS sehingga implementasi program di lapangan dapat berjalan sesuai standar operasional, efektif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan produktivitas padi di Sulawesi Tengah maupun dalam mendukung target nasional peningkatan produksi pangan.
Penulis : Muh. Fajrin Utina
Editor : Irwan suluk Padang